Thursday, October 7, 2010

Muadz bin Jabal

Assalamualaikum...

Nama Muadz ni ayah yang pilih. Ummi kata kat ayah ummi nama ada Muhammad, nama sahabat dan ada huruf Z. Ummi memang suka dengar nama orang yang ada huruf Z sejak kecil. tak tau la kenapa. Nama ayah pun ada huruf Z. Jadi, ayah pun pilih Muadz. Ummi terus teringatkan sahabat Rasulullah, Muadz bin Jabal. Jadilah Muhammad Muadz. Semoga Muadz dapat mencontohi sikap Muhammad, Rasul Allah dan Muadz bin Jabal ye.

Ummi nak letakkan kisah Muadz bin Jabal supaya bila besar nanti Muadz boleh baca dan contohi sikap dia. Ops, oklah..oklah...nanti ummi dan ayah cerita juga. Tapi untuk revision Muadz baca kat sini ye. Dulu masa Muadz 3 bulan ayah pernah juga cerita tapi version lain. Mesti Muadz tak ingat dah. Takpe, kita kumpulkan banyak-banyak kisah Muadz bin Jabal ni supaya kita lebih kenal siapa dia. Barulah kita boleh contohi dia kan.

Muaz bin Jabal

Dan ingatlah kata-kata Saidina Umar kepada sahabatnya: ” Impikanlah” Seorang pemuda berkata: ” Aku mengimpikan jika sekiranya negeri ini dipenuhi dengan emas lalu aku infakkan pada jalan Allah.” Omar berkata lagi: “Impikanlah”. Seorang pemuda berkata: “Aku mengimpikan jika negeri ini dipenuhi dengan batu permata lalu aku infakkan pada jalan Allah.” Omar berkata lagi: “Impikanlah”. Mereka berkata: “Kami tidak tahu apa yang hendak dikatakan wahai Amirul Mukminin” Omarpun berkata: “Tetapi aku mengimpikan rijal seperti Abu Ubaidah bin al Jarrah, Muaz bin Jabal dan Salim, hamba Abu Huzaifah. Lalu aku meminta pertolongan dari mereka untuk meninggikan kalimah Allah”.

Beliau merupakan seorang sahabat nabi yang memiliki banyak keutamaan, beliau termasuk salah satu yang orang yang mengumpulkan Al-Qur'an di masa Rasulullah, salah satu yang pernah memberi fatwa di zaman Nabi. Beliau merupakan hamba shalih yang tunduk kepada Allah dan menyeru kepada manusia. Rasulullah pernah mengutusnya dakwah ke Yaman. Beliau juga termasuk Immamu Fuqaha, pemimpin para fakih, kanzul Ulama gudangnya Ilmu. Seorang pemuda yang penyabar, dermawan, murah hati, lapang dada, dan tingi budi pekertinya.

Muadz bin Jabal atau biasa disebut sebagai Abu Abdirahman, beliau termasuk dalam golongan bangsawan yang taat kepada Allah, berbadan tinggi, cakep, putih bersih, besar kelopak matanya, putih mengkilat giginya, berambut pendek lagi keriting, berbudi bahasa dan manis tuturnya serta cerdas dan cemerlang otaknya. Beliau termasuk dalam kelompok Anshar As-Sabiqunal Awwalun (yang pertama masuk islam). Beliau masuk islam umur 18 tahun dan sudah ikut perang Badar pada umur 20 tahun.

Tentang ilmunya Umar bin Khatab pernah berkata, Barangsiapa yang ingin bertanyaa tentang Al-Qur'an hendaknya ia datang kepada Ubay bin Kaab, dan barang siapa yang ingin tanya tentang hukum halal dan haram, hendaknya ia datang kepada Mu'adz bin Jabal. Dan barang siapa yang ingin bertanya tentang harta hendaknya ia datang kepadaku. Sesungguhnya Allah menjadikanku tukang penyimpan (baitulmal).

Demikianlah memang Muadz bin Jabal merupakan orang yang diketahui paling paham halal haram, dan beliau sering dimintai untuk berfatwa. Sebagaimana dikatakan oleh Syakr bin Hausyab, Bila para sahabat Rasulullah berbicara dan diantaranya ada Mu'adz bin Jabal, maka mereka akan minta pendapat kepada Mu'adz disebabkan kewibawaannya.

Kecermelangan otak Mu'adz diakui oleh banyak orang, Kecemerlangan inilah yang menjadikan Rasulullah memuji Mu'adz, Rasulullah bersabda,

Umatku yang paling tahu akan yang halal dan yang haram ialah Mu'adz bin jabal.

Mu'adz adalah pemimpin ulama yang paling depan.

Kematian Mu'adz bin Jabal akibat terkena serangan penyakit tha'un, yaitu penyakit kusta pada jari telunjuknya. Beliau terkena penyakit ini justru bahagia bahkan mendo'akan agar seluruh keluarganya mendapat penyakit ini, beliau berkata, Ya Allah, jadikanlah bagian keluarga Mu'adz yang banyak (dari penyakit tha'un tersebut). Akhirnya dua putrinya meninggal dan dikuburkan dalam satu lahat. Kemudian putranya Abdurrahman juga tertimpa tha'un juga. Keluarga Mu'adz akhirnya meninggal semua dan pada pekan tersebut juga Mu'adz meninggal.

Kenapa Mu'adz bisa seperti itu? Karena beliau pernah mendengar dari riwayat Rasulullah bahwa penyakit tha'un sesungguhnya adalah rahmat dari Allah dan do'a Nabi serta wafatnya orang-orang shalih sebelumnya. Beginilah tanda keikhlasan manusia terbaik umamt ini.

Usia meninggalnya Mu'adz 33 tahun, atau ada yang mengatakan 34 usia yang masih sangat muda pada tahun 18 Hijriyah pada pemerintahan Umar bin Khatab.

Ibu Muadz yang bernama Ummu Manee' pun antara orang Madinah yang awal masuk Islam dan terlibat sekali dengan baiah bersama Rasulullah.

Harapnya ummi pun boleh jadi kuat seperti Ummu Manee'.

p/s - Isnin lepas Muadz dah pergi injection untuk 5 bulan. Alhamdulillah.

0 comments:

Post a Comment | Feed



 
^

Powered by BloggerPerjalanan hidup menuju Ilahi by UsuárioCompulsivo
original Washed Denim by Darren Delaye
Creative Commons License